Evaluasi Organisasi dan Penentuan Arah Kepemimpinan
Ketua BPD ABUJAPI Bali periode 2021–2026, Dewa Pt Suyasa, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya MUSDA III sebagai bagian dari perjalanan organisasi dalam mendukung perkembangan industri jasa pengamanan.
Ia menilai lima tahun masa kepengurusan merupakan periode yang menghadirkan berbagai tantangan sekaligus pembelajaran dalam membangun sistem keamanan yang profesional, beretika, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Menurutnya, berbagai capaian organisasi tidak terlepas dari kerja sama pengurus, dukungan anggota badan usaha jasa pengamanan, serta komunikasi dan sinergi dengan para mitra.
Dewa Pt Suyasa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan BPD ABUJAPI Bali selama masa kepengurusannya. “Semangat kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dipertahankan, terutama dalam memperkuat hubungan dengan aparat penegak hukum, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan di bidang keamanan,” ungkapnya.
Sinergi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam membangun industri jasa pengamanan yang sehat dan berkelanjutan. Perusahaan penyedia jasa pengamanan tidak hanya dituntut mampu memenuhi kebutuhan operasional pengguna jasa, tetapi juga harus memastikan bahwa tenaga satuan pengamanan (satpam) memiliki kompetensi, kedisiplinan, dan pemahaman terhadap prosedur kerja yang berlaku.
MUSDA sebagai Forum Konsolidasi dan Penguatan Tata Kelola
Ketua Steering Committee MUSDA III BPD ABUJAPI Bali, Putu Swesty P., menegaskan bahwa MUSDA merupakan momentum strategis untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, serta menyusun perencanaan organisasi secara demokratis dan bertanggung jawab.
Ia menjelaskan bahwa persiapan MUSDA telah melalui berbagai tahapan dengan mengacu pada aturan organisasi. Panitia juga berupaya memastikan agar seluruh proses berjalan secara transparan, adil, dan inklusif demi menjaga kredibilitas ABUJAPI sebagai wadah profesional bagi badan usaha jasa pengamanan.
Putu Swesty berharap MUSDA III tidak hanya menjadi forum formal untuk menjalankan agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran gagasan antarpelaku industri. Dinamika dunia keamanan yang terus berkembang membutuhkan organisasi yang mampu beradaptasi, memperkuat kapasitas anggotanya, dan menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Melalui forum tersebut, peserta diharapkan dapat berpartisipasi aktif dengan menjunjung tinggi etika organisasi serta mengedepankan kepentingan bersama. Kepemimpinan yang visioner dan program kerja yang tepat dinilai penting untuk memperkuat eksistensi ABUJAPI Bali sekaligus meningkatkan kontribusinya bagi masyarakat.
Dukungan BPP ABUJAPI dan Pemangku Kepentingan
Kehadiran jajaran BPP ABUJAPI, perwakilan Polda Bali, dan Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan pentingnya koordinasi antara organisasi profesi, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam pengembangan industri jasa pengamanan.
Dalam praktiknya, penyelenggaraan jasa pengamanan memiliki keterkaitan erat dengan aspek regulasi, pembinaan tenaga pengamanan, standar kompetensi, serta kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan yang berlaku. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antarpihak menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas layanan dan meningkatkan kepercayaan pengguna jasa.
Bagi Bali sebagai salah satu pusat pariwisata dan kegiatan ekonomi Indonesia, kebutuhan terhadap layanan pengamanan profesional mencakup berbagai sektor, mulai dari hotel, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, perkantoran, fasilitas publik, hingga kawasan industri dan properti komersial.
Kebutuhan tersebut menuntut perusahaan jasa pengamanan untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sistem pengawasan, dan standar operasional. Satpam juga perlu dibekali kemampuan komunikasi, penanganan situasi darurat, pelayanan kepada masyarakat, serta pemahaman mengenai tindakan yang tepat sesuai kewenangan dan prosedur.
Dengan demikian, profesionalisme satpam tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga area dan mengendalikan akses, tetapi juga dari kemampuannya melakukan pencegahan, memberikan pelayanan, berkomunikasi secara efektif, dan merespons potensi gangguan keamanan secara proporsional.
Ketua ABUJAPI Jogja Salva Apresiasi Pelaksanaan MUSDA di Bali
Dukungan terhadap pelaksanaan MUSDA III BPD ABUJAPI Bali juga disampaikan Ketua Umum ABUJAPI Yogyakarta, Salva Yurifan Saragih. Ia mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus daerah Bali atas terselenggaranya musyawarah tersebut.
Salva berharap MUSDA III dapat menghasilkan keputusan dan program kerja yang memberikan dampak positif bagi seluruh ekosistem industri jasa pengamanan di Bali, mulai dari anggota satpam, perusahaan penyedia jasa pengamanan, hingga pengguna jasa atau user.
Menurutnya, penguatan organisasi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas tenaga pengamanan dan layanan perusahaan. Hubungan yang baik antara organisasi, badan usaha, tenaga satpam, dan pengguna jasa menjadi fondasi penting untuk menciptakan industri pengamanan yang profesional dan berkelanjutan.
Harapan tersebut relevan dengan perkembangan kebutuhan keamanan saat ini. Pengguna jasa semakin membutuhkan layanan yang tidak hanya mengandalkan jumlah personel, tetapi juga mengutamakan kompetensi, integritas, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, serta penerapan standar operasional yang jelas.
Penguatan Kompetensi Satpam melalui Gemilang Academy
Salva Yurifan Saragih, yang juga menjabat sebagai CEO Tata Karya Gemilang, memiliki keterlibatan langsung dalam industri facility service, salah satunya melalui layanan jasa pengamanan satpam. Dalam menjalankan bisnis tersebut, peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting untuk mendukung kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Salah satu upaya yang dijalankan adalah melalui Gemilang Academy, yang bekerja sama dengan BPP ABUJAPI dalam penyelenggaraan uji kompetensi satpam.
Uji kompetensi memiliki peran penting dalam pengembangan profesi satuan pengamanan. Melalui proses penilaian yang mengacu pada standar kompetensi yang berlaku, kemampuan personel dapat dievaluasi secara lebih terukur. Proses ini membantu memastikan bahwa pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja tenaga pengamanan sesuai dengan persyaratan kompetensi untuk menjalankan tugasnya.
“Kompetensi satpam mencakup berbagai aspek, seperti kemampuan menjalankan prosedur pengamanan, melakukan patroli, mengendalikan akses keluar-masuk, membuat laporan kejadian, berkomunikasi dengan baik, serta memahami langkah awal dalam menghadapi keadaan darurat,” ungkapnya. Selain keterampilan teknis, integritas, tanggung jawab, kedisiplinan, dan etika pelayanan juga menjadi unsur penting dalam profesi tersebut.
Kerja sama antara lembaga pelatihan dan organisasi industri dapat mendukung tersedianya tenaga pengamanan yang lebih siap menghadapi kebutuhan lapangan. Meski demikian, pelatihan dan uji kompetensi perlu dipahami sebagai bagian dari proses peningkatan profesionalisme yang berkelanjutan, bukan sekadar pemenuhan persyaratan administratif.
Bagi perusahaan jasa pengamanan, tenaga kerja yang kompeten dapat membantu meningkatkan konsistensi operasional, mengurangi potensi kesalahan dalam pelaksanaan tugas, serta memperkuat kepercayaan pengguna jasa. Sementara itu, bagi personel satpam, peningkatan kompetensi menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan profesional dan meningkatkan kualitas pelaksanaan pekerjaan.
“MUSDA III BPD ABUJAPI Bali diharapkan dapat menghasilkan kepemimpinan dan program kerja yang mampu menjawab kebutuhan tersebut. Dengan organisasi yang solid, kolaborasi yang kuat, dan komitmen terhadap peningkatan kompetensi, industri jasa pengamanan di Bali berpeluang terus berkembang menjadi sektor layanan yang semakin profesional, terpercaya, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” paparnya. []

